Sejarah Desa Wonoketingal

Sejarah Desa Wonoketingal 


Wonoketingal desa terbaik se kabupaten demak, desa paling maju seindonesia, desa nomor satu di demak, desa paling maju, desa gajah lor sebelahnya Kali tekuk ngaluran, Masjid alhidayah wonoketingal paling bagus
Masjid Wonoketingal

Desa Wonoketingal yang letaknya sangat strategis ini masih simpang siur dan belum diketahui secara pasti tahun berapa berdirinya, karena sampai saat ini masih belum dapat diketahui awal berdirinya, dan dimana letak pasti awal kependudukannya. Apakah di desa Gajah Lor atau di desa Wonoketingal sendiri. Asal Usul Desa Wonoketingal tersebut
Konon menurut cerita yang berkembang dimasyarakat, desa wonoketingal merupakan hutan yang sangat lebat dan luas . yang belum ada penduduknya satupun. Sehingga memikat para pendatang untuk sekedar singgah atau membangun desa yang letaknya stategis ini.
Hingga pada suatu saat. ada seorang pendatang yang diketahui bernama Mbah Wiro Leksono yang berasal dari demak Atau darimana asalnya masih banyak juga yang belum tahu asal usulnya. ingin sekali berjuang mendirikan suatu desa sekaligus menyebarkan agama islam yang dianutnya. Karena sendirian maka beliau mencari teman untuk diajak bersatu mendirikan desa. Hingga suatu saat datanglah seorang yang diketahui bernama Mbah Dahir yang berasal dari pati melewati desa wonoketingal dan bertemu dengan mbah wiro leksono. Dalam pertemuannya beliau berdua sepakat untuk mendirikan suatu desa sekaligus menyebarkan agama islam yang dianutnya. Entah benar atau salah cerita ini, kami sendiri Cuma mengutip dari beberapa omongan atau cerita dari sesepuh yang saat ini masih hidup.
Baca : Apa Kabar Wonoketingal

Hingga saat ini. sejarah berdirinya desa wonoketingal masih dalam proses pencarian jati diri. Karena masih banyak yang belum diketahui asal usul cerita yang pasti, sedangkan semua informasi yang diperoleh dari padara orang tua , banyak yang tidak mengetahui secara pasti, karena informasinya sebatas nukil dari sesepuh atau orang tua terdahulu yang kebanyakan mengatakan bahwa cikal bakal desa wonoketingal adalah Mbah wiro leksono dan Mbah dahir yang sudah diketahui keberadaan Makam atau tempat istirahat terakhirnya. Sedangkan untuk dokumen resmi dari desa pun tidak dapat terlacak karena tidak adanya catatan yang dapat diketahui secara pasti.
Sejarah Desa wonoketingal dalam perkembangan selanjutnya dari tahun ke tahun jumlah dan penduduk semakin bertambah dan hingga saat ini jumlah penduduk desa wonoketingal sudah mencapai kurang lebih 6.345 jiwa yang terdiri dari 1.902 kepala keluarga dan terbagi dalam 8 rukun warga dan 39 rukun tetangga.


Sejarah Pemimpin / Kepala desa wonoketingal pertama kali dijabat oleh :
·       

  1. Mbah wiro leksono (tidak diketahui kapan masanya jabatan beliau)
  2. Tidak diketahui...siapa pemimpin desa Wonoketingal saat itu , dan kapan Masa Jabatanya...
  3. Tidak diketahui...siapa pemimpin desa Wonoketingal saat itu , dan kapan Masa Jabatanya...
  4. Tidak diketahui...siapa pemimpin desa Wonoketingal saat itu , dan kapan Masa Jabatanya...
  5. ............
  6. .........
  7. ........
  8. Dan seterusanya, hingan awal tahun pertama kali pencatatan nama kepala desa pada tahun ..
  9. Pada tahun (1975-1981) bapak karto wijoyo
  10. Pada tahun (1981-1987) h. Jamari dan bapak tamam sebagai sekdes
  11. Pada tahun (1987-1993) h. Moh. Yatimin, ba dan bapak tamam sebagai sekdes
  12. Pada tahun (1993-1999) syahid dan h. Jamal adib sebagai sekdes
  13. Pada tahun (1999-2009) bapak ali munawar dan h. Jamal adib, s.ag sebagai sekdes
  14. Pada tahun 2009 bapak kasmadi (pj kepala desa)
  15. Pada tahun (2010-2015) bapak mudlofir dan h. Jamal adib, s.ag sebagai sekdes
  16. Pada tahun 2016 bapak mudlofir sebagai pj kepala desa
  17. Pada tahun 2016 bapak muhlisin sebagai plt kepala desa
  18. Pada tahun ( 2017-2022) bapak mudlofir sebagai kepala desa terpilih
Demikianlah Sedikit Informasi mengenai Asal usul dan sejarah Desa Wonoketingal. sebatas yang Penulis ketahui, menurut dari beberapa sumber dan Cerita dari para sesepuh desa Wonoketingal. semoga bermanfaat . Terimakasih

Penulis : Muhajirin